Kamis, 29 April 2010

Sejarah dan Perkembangan Televisi

Media audio visual televisi muncul karena perkembangan teknologi. Kehadirannya  setelah beberapa tenemuan  seperti telepon, telegraf, fotografi  serta rekaman suara. Media televisi ada setelah radio dan media cetak.

 

Dalam penemuan televisi, terdapat banyak pihak, penemu maupun inovator yang terlibat, baik perorangan maupun perusahaan. Televisi adalah karya massal yang dikembangkan dari tahun ke tahun.

Awal dari televisi tentu tidak bisa dipisahkan dari penemuan dasar, yaitu hukum Gelombang Elektromagnetik yang ditemukan oleh Joseph Henry dan Michael Faraday (1831) yang merupakan awal dari era komunikasi elektronik.

George Carey  (1876) - menciptakan Selenium Camera yang digambarkan dapat membuat seseorang melihat gelombang listrik. Belakangan, Eugen Goldstein menyebut tembakan gelombang sinar dalam tabung hampa itu dinamakan sebagai Sinar Katoda.

Julius Paul Gottlieb Nipkow (1860-1940) atau lebih dikenal Paul Nipkow  , Ilmuwan Jerman, memiliki ide (1884) bagaimana  dapat mengirim gambar melalui udara dari satu tempat ke tempat lain dan berhasil mengirim gambar elektronik menggunakan kepingan logam yang disebut Teleskop Elektrik dengan resolusi 18 garis. Temuannya disebut sebagai cikal bakal lahirnya televisi.  Karena ketekunannya Paul Nipkov akhirnya menemukan  sebuah alat yang kemudian disebut “Jantra Nipkov” atau disebut juga “Nipkov Sheibu”. Penemuan itu melahirkan electrische teleskop,  atau televise elektris. Dengan penemuan itu, Paul Nipkov disebut sebagai ‘bapak’ televisi. (J.B Wahyudi, B.A., Jurnalistik Televisi, 1983).

 

Di samping Paul Nipkov  dari Jerman Timur,  orang – orang Amerika, seperti S. Morse, A.G. Bell dan Herbert E. Ives, banyak berjasa dalam usaha mengembangkan televisi. Akan tetapi, ahli – ahli pengetahuan berkebangsaan lain juga tidak sedikit memberikan sumbangannya, seperti, Galilei dari Italia, May dan Vellougbhy Smith dari Inggris, dan Weiller berkebangsaan Jerman serta sarjana Rusia Dr. VK Zworykin.

Menurut Skornis dalam bukunya “Television and Society. An Incuest and Agenda”. (1965), dibandingkan media massa lainnya (radio, surat kabar, majalah, buku, dan sebagainya), televisi mempunyai sifat istimewa. Televisi merupakan gabungan dari media dengar dan gambar. Sifat politisnya sangat besar karena bisa menampilkan informasi, hiburan dan pendidikan, atau gabungan dari ketiga unsur tersebut secara kasat mata.

 

Televisi menciptakan suasana tertentu, yaitu penonton televisi dapat menikmati acara televisi  sambil duduk santai  menyaksikan berbagai informasi. Penyampaian isi pesan seolah-olah langsung antara komunikator dan komunikan. Informasi yang disampaikan oleh televisi, dengan mudah dimengerti karena jelas terdengar secara audio dan terlihat secara visual. Pesan-pesan yang disampaikan langsung mempengaruhi otak, emosi, perasaan dan sikap pemirsa.

 

Kehadiran teknologi  televisi,  mempengaruhi kehidupan manusia dalam bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, bahkan pertahanan dan keamanan negara. Batas-batas negara pun tidak sulit untuk diterjang, karena media televisi dapat hadir di dunia maya. Karena itu, bila informasi media televisi dari berbagai belahan dunia tidak terkontrol maka akan menimbulkan efek yang cukup besar, misalnya penjajahan negara dalam hal informasi.

Kelebihan lain dari pesawat televisi ialah dengan adanya satelit komunikasi, cakrawala informasi menjadi semakin luas. Peristiwa di satu tempat, dapat dilihat di tempat lain melalui televisi dengan pola teknologi baru, yaitu “Direct Broadcasting Satelite” (DBS).

Jaringan – jaringan televisi yang terbesar di dunia saat ini didominasi oleh Amerika Serikat, di antaranya ABC”  (America Broadcasting Company),” CBS”  (Columbia Broadcasting System) dan  “NBC”   (National Broadcasting Company) dll, Jaringan stasiun televisi tersebut menghubungkan semua stasiun televisi di seluruh dunia.

           

Televisi dapat dinikmati oleh publik Amerika Serikat  tahun 1939, yaitu ketika berlangsungnya “World’s Fair” di New York. Sempat terhenti ketika terjadi Perang Dunia II. Tahun 1946, kegiatan pertelevisian dimulai lagi. Di seluruh AS  terdapat beberapa pemancar. Dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi, jumlah studio/pemancar televisi meningkat. Ada  750 stasiun televisi di AS. Televisi akhirnya jadi kebutuhan hidup sehari-hari. Lebih dari 75 juta pesawat televisi, digunakan secara tetap di AS. Lebih dari 90 persen rumah di AS dilengkapi pesawat televisi.

 

Seperti halnya dengan media massa lainnya, televisi pun tidak dapat di monopoli oleh Negara AS saja. Ketika AS giat mengembangkan media massa yang “muda” itu, negara lain di Eropa juga tidak mau ketinggalan. Dan memang bukan orang Amerika saja yang mempunyai tokoh – tokoh dalam perkembangan media televisi, sejak prinsip – prinsipnya diketemukan di Jerman.

           

Bahkan Inggris termasuk salah satu negara yang paling lama mengadakan eksperimen dalam bidang televisi. John Logie Baird misalnya, telah mendemonstrasikan televisi pada tahun 1924. Dan BBC, yang kini menjadi salah satu organisasi televisi terbesar di dunia, sudah mencoba mengadakan siaran sejak tahun 1929. Akhirnya, tanggal 2 November 1936 ditetapkan sebagai hari jadi BBC Television,

Sekarang, hampir semua negara di dunia ketiga memiliki stasiun televisi. Di Asia, bidang “broadcasting” ini dipelopori oleh Jepang pada tahun 1953, kemudian Filipina dalam tahun yang sama, Muangthai tahun 1955, Indonesia dan RRC tahun 1962, Singapura tahun 1963 dan disusul oleh negara Malaysia.

Stasiun Televisi di Indonesia

Stasiun televisi di Indonesia ada sejak berdirinya TVRI pada tahun 1962 . Selama 27 tahun, penduduk Indonesia hanya bisa menyaksikan satu saluran saja. Namun pada tahun 1989, Pemerintah akhirnya mengizinkan RCTI sebagai stasiun televisi swasta pertama di Indonesia, meski hanya penduduk yang mempunyai antena parabola dan dekoderlah yang dapat menyaksikan RCTI, walaupun pada akhirnya dibuka untuk masyarakat mulai tanggal 21 Maret 1992 di Bandung.

 

Televisi free-to-air

Berikutnya adalah stasiun televisi free-to-air di Indonesia yang salurannya dapat ditangkap melalui antena UHF/VHF (terestrial). Sejak berlakunya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran, izin penyelenggaran siaran televisi melalui antena UHF/VHF (terestrial) yang dikeluarkan hanyalah untuk stasiun televisi lokal. Stasiun televisi yang ingin melakukan siaran nasional harus melakukan siaran jaringan antar beberapa stasiun televisi lokal.

Nasional : antv, Global TV, Indosiar, tvOne, MetroTV, RCTI, SCTV, TPI, Trans TV, Trans 7, TVRI

 Pendidikan masyarakat makin baik,  diharapkan menjadi penangkal masuknya unsur-unsur negatif dari acara-acara yang disajikan media televisi. Melihat banyaknya acara maka secara tidak langsung, masyarakat telah  terpropaganda oleh media televisi.

Dari segi kecepatan liputan berita, televisi jauh meninggalkan surat kabar. Kalau surat kabar menyiarkan berita setelah peritiwa itu telah lewat, maka televisi dapat menayangkan seketika itu juga. Beberapa contoh bagaimana televise menyiarkan peristiwa-peristiwa yang cukup spektakuer dan meneganggangkan pemirsa menontonnya pada waktu bersamaan seperti, peristiwa peledakan Gedung WTC pada tanggal 11 September 2001disiarkan langsung ke seantero dunia pada waktu perstiwa itu terjadi. Demikian pula rakyat Indonesia menyaksikan penyerbuan pasokan densus 88 hari Sabtu tanggal 8 Agustus 2009 bagaimana pasukan Densus  menyerbu masuk ke dalam rumah teroris di Temanggung, Jawa Tengah disaksikan langsun pada saat kejadian. Demikian pula pada saat  terjadinya peledakan di depan Kedubes Australia, 9 September 2004, pemboman di  Sari Club dan Paddy's Bar, Bali, pada 12 Oktober 2002.

Peristiwa-perstiwa lainnya yang tak dapat dilupakan karena televisi menyiarkannya secara langsung seperti peristiwa bom Bali 1 dan 2, juga Kasus Bom Marriot 1 dan 2dan banyak lagi.

           

Memang siaran berita televisi yang pertama, hampir tidak dikenal sebagai model yang asli. Televisi hanya membidikkan kamera secara terlatih oleh kru atau reporter televise merupakan andalan media televise. Gambar hidup dan bersuara yang melukiskan tentang peristiwa yang sungguh-sungguh terjadi itulah hal-hal yang patut mereka jadikan berita, didasarkan pada kecepatan penangkapan dan penyajiannya kembali.

Pesatnya pertumbuhan dan kecenderungan masa depan industri televisi di Indonesia, terutama dengan lahirnya banyak Stasiun Televisi Lokal di daerah, menjanjikan banyak harapan. Harapan bukan hanya pada pertumbuhan usaha di bidang televisi itu sendiri, melainkan yang tidak kalah pentingnya adalah dampak positif dari hadirnya TV Lokal, seperti berkembangnya kehidupan sosial, budaya dan politik serta ekonomi daerah yang tentu akan bermuara pada terbukanya lapangan kerja bagi masyarakat setempat, kemajuan daerah, kemajuan masyarakat daerah dan seterusnya.

Televisi merupakan salah satu media massa elektronik yang sangat berpengaruh pada kehidupan masyarakat  yang memasukkan informasi investigasi dalam salah satu program beritanya. Informasi investigasi tersebut diberi nama Liputan Investigasi yang diselipkan pada setiap program berita Reportase Investigasi.

 

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar